Militer Amerika Serikat (AS) tidak akan menarik kekuata angkatan lautnya yang tengah beroperasi di wilayah sengketa, Laut China Selatan.
Hal itu ditegaskan Menteri Pertahanan AS Ash Carter saat bertemu dengan Menteri Pertahanan China Chang Wanquan selama 40 menit di Malaysia pada Selasa (3/11/2015).
Pertemuan itu terjadi setelah sebuah kapal perusak AS pekan lalu berlayar ke wilayah 12 mil laut dari pulau buatan yang dibangun
China di Kepulauan Spratly.
Sementara itu, Penasihat Deputi Keamanan Nasional AS Ben Rhodes mengatakan, sikap ini sebagai bentuk komitmen AS atas hak bebas menavigasi di wilayah tersebut.
"Ini untuk menunjukkan bahwa kita akan menjunjung tinggi prinsip kebebasan navigasi," tegasnya.
Kepala Pasukan Militer AS Harry B. Harris mengatakan, operasi AS tersebut berfungsi untuk melindungi hak-hak, kebebasan, dan penggunaan yang sah dari laut dan udara semua bangsa di bawah hukum internasional.
"Saya benar-benar percaya bahwa operasi rutin ini tidak boleh ditafsirkan sebagai ancaman bagi negara mana pun," katanya.
Terkait hal itu, Menteri Pertahanan China Chang Wanquan menegaskan kembali posisi China yang tidak akan berkompromi soal sengketa teritorial.
Kedua pihak sepakat untuk meneruskan pembicaraan namun gagal memperkecil perbedaan atas masalah yang melibatkan pulau buatan di
Laut China Selatan tersebut. (NHK/AP).
0 comments:
Post a Comment